5 Fakta Menarik Maskot Asian Games 2018 Jakarta-Palembang
Knowledge

5 Fakta Menarik Maskot Asian Games 2018 Jakarta-Palembang

Kehadiran maskot menjadi salah satu pemanis dalam setiap event bergengsi level internasional, seperti di Asian Games. Tidak terkecuali di Asian Games 2018 Jakarta dan Palembang.

Maskot Asian Games biasanya karakter fiktif yang biasanya berdasarkan hewan asli daerah tempat Asian Games digelar. Bisa juga berdasarkan tokoh manusia fiktif.

Keberadaan maskot memiliki fungsi yang cukup penting. Sebab, maskot digunakan untuk membantu mempublikasikan Asian Games ke audiens muda.

Bagaimana dengan maskot di Asian Games 2018? Seperti dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini sejumlah fakta menarik 3 maskot Asian games 2018:

  1. Ada tiga maskot yang diluncurkan untuk menyemarakkan Asian Games 2018. Tiga maskot ini didasarkan dari tiga hewan asli Indonesia yang diberi nama Bhin Bhin, Atung dan Kaka.
  2. Maskot Asian Games 2018 mencerminkan keberagaman Indonesia dengan tiga hewan dari berbagai daerah berbeda di Indonesia, yaitu Cenderawasih, Rusa Bawean dan Badak Bercula Satu.
  3. Bhin Bhin, personifikasi Cenderawasih, mengenakan rompi dengan motif tradisional Asmat dari Papua dan melambangkan strategi. Atung, personifikasi rusa Bawean, mengenakan sarung batik parang dan melambangkan kecepatan. Sementara Kaka, personifikasi badak bercula satu, mengenakan motif bunga dari Songket Palembang dan melambangkan kekuatan.
  4. Nama Bhin Bhin, Atung dan Kaka, diambil dari penggalan motto nasional Indonesia, yaitu Bhinneka Tunggal Ika, yang artinya, meski berbeda, tapi tetap satu.
  5. Sebenarnya, 3 maskot ini merupakan revisi. Sebelumnya, logo yang pertama diluncurkan adalah karakter yang menggambarkan cenderawasih. Namun setelah muncul kritikan dari masyarakat karena dianggap kurang menarik, maskot direvisi dan menjadi seperti yang saat ini dikenal.